CIREBON, GRAGENEWS.COM — Kasus dugaan keracunan setelah konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Selasa (20/10/2026), menjadi perhatian serius. Berdasarkan data yang diterima redaksi, sebanyak 121 orang tercatat mendapatkan penanganan di delapan rumah sakit dan fasilitas kesehatan.
Data tersebut mencakup 47 orang di RS Ciremai, 28 orang di RS Siloam Putera Bahagia, 24 orang di RSD Gunung Jati, 10 orang di RS Medimas, enam orang di RS Cahaya Bunda, empat orang di RS PAD, satu orang di RS Pelabuhan, serta satu orang yang menjalani rawat jalan di RS Sumber Kasih.
Jumlah tersebut merupakan hasil penjumlahan rincian yang diterima redaksi. Data ini masih perlu dikonfirmasi kepada instansi berwenang untuk memastikan jumlah final pasien dan menghindari kemungkinan pencatatan ganda.
Sejumlah pemberitaan sebelumnya menyebutkan para siswa dan guru mengalami keluhan kesehatan berupa mual, muntah, sakit perut, dan diare setelah mengonsumsi makanan MBG. Namun, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih memerlukan pemeriksaan medis dan hasil uji laboratorium.
Penyebab Kejadian Masih Perlu Dipastikan
Dugaan kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, penyimpanan, sanitasi dapur, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Polres Cirebon Kota, Dinas Kesehatan, Pemerintah Kota Cirebon, dan Badan Gizi Nasional (BGN) perlu menyampaikan perkembangan penanganan kasus secara transparan, termasuk hasil pemeriksaan sampel makanan, kondisi terkini pasien, serta hasil evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan.

Informasi mengenai penangguhan sementara operasional SPPG terkait juga perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi pihak berwenang.
Apabila ditemukan pelanggaran standar keamanan pangan atau unsur kelalaian yang memenuhi ketentuan hukum, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai peraturan perundang-undangan berdasarkan bukti yang sah.
Keselamatan Penerima Manfaat Harus Menjadi Prioritas
Program MBG bertujuan mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Karena itu, aspek keamanan makanan harus menjadi prioritas dalam setiap tahapan pelaksanaan program.
Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang akurat mengenai jumlah pasien, penyebab kejadian, dan langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang.
Hingga hasil pemeriksaan resmi diumumkan, dugaan keracunan ini belum dapat dipastikan penyebabnya dan tidak boleh dijadikan dasar untuk menyimpulkan kesalahan pihak tertentu.
Redaksi Gragenews.com akan terus memantau perkembangan kasus berdasarkan informasi terverifikasi dari pihak berwenang.
Hisam
