Dari Ketertarikan Menjadi Pewarta: Ichwan Moestofa Luqfi.A.Md Memilih Belajar Sebelum Terjun ke Dunia Jurnalistik

Opini, Peristiwa217 Dilihat
Media Partner

Gragenews.com – INDRAMAYU — Ketertarikan terhadap dunia jurnalistik sering kali bermula dari rasa ingin tahu. Namun, ketika ketertarikan tersebut diarahkan untuk menjadi seorang pewarta, ada tanggung jawab besar yang harus dipahami sejak awal.
Hal itulah yang terlihat dari langkah Ichwan Moestofa Luqfi yang mulai tertarik menekuni dunia kewartawanan, khususnya media online.

Keinginan tersebut disampaikan Ichwan saat bertemu dengan Kabiro Literasi.co.id Indramayu, Gus Jox. Dalam pertemuan tersebut, Ichwan menyampaikan ketertarikannya untuk terjun ke dunia pers dan belajar menjadi seorang pewarta.
Gus Jox kemudian mempertemukan Ichwan dengan Pimpinan Redaksi Gragenews.com, H. Samsudin. Pertemuan berlangsung di Desa Bongas Cipaat, Kecamatan Bongas, Indramayu, pada Minggu, 27 September 2026, sekitar pukul 20.30 WIB.

Pertemuan tersebut tidak hanya membicarakan keinginan Ichwan untuk menjadi wartawan. Pimpinan Redaksi Gragenews.com juga memberikan pemahaman mengenai dunia pers, termasuk pentingnya memahami aturan yang mengatur pers, prinsip kerja jurnalistik, serta Kode Etik Jurnalistik.

Wartawan Bukan Sekadar Menulis Berita
Menjadi wartawan tidak cukup hanya mampu menulis atau memiliki keberanian untuk mencari informasi. Seorang pewarta dituntut memahami bagaimana memperoleh informasi secara benar, melakukan verifikasi, menjaga keberimbangan, serta mempertanggungjawabkan setiap informasi yang dipublikasikan.

Di era media online seperti sekarang, tantangan tersebut menjadi semakin besar. Kecepatan informasi sering kali membuat orang berlomba menjadi yang pertama menyampaikan berita. Namun, kecepatan seharusnya tidak menghilangkan ketelitian.
Berita yang belum terverifikasi dapat menimbulkan persoalan, terutama ketika menyangkut nama baik seseorang, lembaga, maupun kepentingan publik.
Karena itu, pembekalan mengenai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik menjadi bagian penting bagi siapa pun yang ingin memasuki dunia kewartawanan.

Seorang wartawan harus memahami batas antara fakta, informasi, opini, dan tuduhan. Ia juga harus mampu membedakan informasi yang layak dipublikasikan dengan informasi yang masih membutuhkan pendalaman.
Ketertarikan yang Harus Diikuti Tanggung Jawab
Keinginan Ichwan Moestofa Luqfi untuk menjadi pewarta dapat dilihat sebagai langkah awal untuk mengenal lebih jauh profesi jurnalistik.
Namun, perjalanan seorang wartawan sesungguhnya baru dimulai setelah ia memahami bahwa profesi tersebut memiliki tanggung jawab sosial.

Wartawan bekerja untuk menghadirkan informasi kepada masyarakat. Karena itu, integritas, independensi, akurasi, verifikasi, dan etika harus menjadi bagian dari proses kerja sehari-hari.
Bukan hanya soal mengejar berita, tetapi juga bagaimana berita tersebut memberikan informasi yang bermanfaat dan tidak menyesatkan masyarakat.

Dari pertemuan di Desa Bongas Cipaat tersebut, terdapat kesepahaman bahwa Ichwan bergabung dan memulai langkahnya sebagai wartawan Gragenews.com yang dipimpin H. Samsudin.
Langkah tersebut tentu bukan akhir, melainkan awal dari proses belajar yang panjang.

Dunia jurnalistik akan terus berkembang mengikuti perubahan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat. Karena itu, seorang pewarta juga dituntut untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan memahami perkembangan regulasi serta etika jurnalistik.

Pada akhirnya, wartawan bukan hanya mereka yang berada di balik kamera, membawa alat perekam, atau menulis berita. Wartawan adalah profesi yang membawa amanah informasi kepada publik.

Selamat bergabung, Ichwan Moestofa Luqfi Semoga langkah awal ini menjadi perjalanan untuk terus belajar, bekerja secara profesional, dan menjunjung tinggi etika jurnalistik.

Hisam