gragenews.com – JAKARTA — Aktivitas jajaran pimpinan Polri di lapangan kembali menjadi sorotan Ketua Umum Fast Respon Counter Polri (FRN), Agus Flores. Melalui pemantauan yang dilakukannya, Agus menilai sejumlah pimpinan kepolisian menunjukkan pola kerja yang menempatkan kehadiran langsung di tengah masyarakat sebagai bagian penting dari pelaksanaan tugas.
Agus menyebut Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai salah satu figur yang menurut pantauannya konsisten turun langsung ke lapangan dalam menjalankan berbagai agenda kepolisian dan mendukung program pemerintah.
“Demi mendukung program Presiden Prabowo, Bapak Kapolri tak kenal lelah. Program-program untuk masyarakat didukungnya. Terakhir kunjungan di Banten,” ujar Agus Flores dalam keterangannya.
Kunjungan Kapolri ke Banten pada 18 September 2026 antara lain diisi dengan peresmian Balai Latihan Seni Silat sekaligus Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengajak para jawara dan perguruan silat bersinergi dengan Polri menjaga keamanan serta melindungi masyarakat.
Menurut Agus, pola kerja turun langsung ke lapangan tersebut juga terlihat pada sejumlah Kapolda yang masuk dalam pemantauannya.
Pertama, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan. Agus menyoroti keterlibatan langsung Iwan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Aktivitas tersebut memang terlihat dalam sejumlah agenda resmi, termasuk ketika Kapolda Kalteng turun langsung meninjau lokasi karhutla dan menjelaskan penanganan titik api.
Bahkan, Polda Kalteng hingga September 2026 masih intensif menangani perkara karhutla, termasuk proses hukum terhadap dugaan keterlibatan korporasi.
Kedua, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto. Agus menilai karakter kepemimpinan Pipit terlihat dari aktivitasnya yang banyak bersentuhan langsung dengan jajaran dan wilayah. Pipit sendiri resmi menjabat Kapolda Jabar sejak Juli 2026 dan sejumlah agenda kerjanya dilakukan dengan turun langsung ke wilayah jajaran.
Ketiga, Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy. Agus menyoroti kedekatan pimpinan Polda Sumbar dengan kalangan wartawan dalam menjalankan komunikasi publik. Bagi Agus, keberadaan media menjadi bagian penting dalam menyampaikan informasi kegiatan kepolisian kepada masyarakat.
Keempat, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri. Agus menilai tantangan menjaga keamanan Jakarta membuat tugas Kapolda Metro Jaya memiliki dinamika tersendiri. Berdasarkan sejumlah agenda resmi, Asep Edi Suheri memang aktif memimpin langsung berbagai kegiatan pelayanan, pengamanan, dan penegakan hukum di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Agus juga menyebut masih terdapat sejumlah Kapolda lain yang menurut pemantauannya aktif turun ke lapangan. Namun, ia mengakui tidak seluruh nama dan wilayah masih diingatnya secara lengkap.
Terakhir, Kapolda Banten. Dalam catatan Agus, perhatian terhadap kualitas pelayanan masyarakat menjadi salah satu hal yang menonjol. Ia menilai pimpinan kepolisian harus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik, bersih, dan responsif.
Pandangan tersebut sejalan dengan perhatian Kapolri yang dalam Kompolnas Awards 2026 menekankan agar keluhan dan saran masyarakat ditindaklanjuti secara cepat serta dianalisis sebagai sistem peringatan dini untuk memperkuat pembenahan Polri.
“Yang saya monitor, para Kapolda ini banyak turun langsung. Artinya mereka tidak hanya bekerja dari belakang meja, tetapi melihat sendiri kondisi masyarakat dan anggota di lapangan,” kata Agus.
Agus menegaskan, catatan tersebut merupakan hasil pemantauan Fast Respon terhadap aktivitas sejumlah pimpinan Polri yang menurutnya terlihat aktif menjalankan tugas di lapangan.
“Pokoknya tiap hari Bapak Kapolri ada di lapangan. Kapolda juga banyak yang turun langsung. Baru itu yang saya nilai dan lewat di beranda saya,” pungkasnya.
M Andriyan.



