Gragenews.com – CIREBON — Di tengah perkembangan Kota Cirebon yang semakin modern, masih terdapat sejumlah bangunan yang berupaya mempertahankan jejak sejarah dan kearifan budaya masa lalu. Salah satunya adalah Masjid Kebon Syarif, yang berada di Kampung Cibogo RT 02/RW 09, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Masjid yang memiliki karakter arsitektur unik tersebut bukan sekadar menjadi tempat ibadah. Bangunannya juga menyimpan berbagai ornamen serta benda-benda antik yang mengingatkan masyarakat pada kehidupan masa lampau.
Pembangunan Masjid Kebon Syarif mulai dilakukan sejak 2021 dan hingga kini masih terus berproses. Keunikan masjid terlihat dari berbagai peralatan dan benda antik yang ditempatkan sebagai bagian dari ornamen interior maupun eksterior bangunan.
Kesan artistik berpadu dengan nuansa tradisional membuat masjid ini memiliki daya tarik tersendiri. Setiap ornamen seolah membawa pesan tentang kehidupan masyarakat masa lalu sekaligus menjadi pengingat bahwa peninggalan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal masih dapat hidup berdampingan dengan perkembangan zaman.

Filosofi Ornamen: Gambaran Kemakmuran Kehidupan
Pengasuh pondok pesantren, KH. Ma’dun, menjelaskan bahwa berbagai benda yang dipasang di lingkungan masjid bukan sekadar hiasan.
Menurutnya, terdapat filosofi yang ingin disampaikan melalui benda-benda tersebut. Sebagian besar ornamen merupakan peralatan yang dahulu erat dengan kehidupan rumah tangga, khususnya peralatan dapur.
Filosofi tersebut menggambarkan kehidupan manusia yang diharapkan senantiasa berada dalam kondisi berkecukupan dan penuh kemakmuran.
Dengan demikian, keberadaan benda-benda antik di Masjid Kebon Syaraf tidak hanya menghadirkan estetika, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan pesan dan nilai kehidupan kepada masyarakat.
Diresmikan Kesultanan Kasepuhan, Punya Tradisi Azan 7
Masjid Kebon Syaraf juga memiliki tradisi yang menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Pada pelaksanaan salat Jumat, masjid ini dikenal dengan tradisi “Azan 7”, yakni azan yang dilantunkan oleh tujuh orang.
Tradisi tersebut menjadi bagian dari kekhasan Masjid Kebon Syaraf dan menambah warna tersendiri dalam kehidupan keagamaan masyarakat setempat.
Pembangunan masjid ini juga disebut mendapatkan perhatian dari Kesultanan Kasepuhan Cirebon, yang turut meresmikan keberadaan masjid tersebut.
Pembangunan Belum Rampung, Kesempatan Menanam Sodaqoh Jariyah
Perjalanan pembangunan Masjid Kebon Syarif hingga dapat berdiri seperti sekarang tentu tidak terlepas dari dukungan, doa, dan partisipasi kaum muslimin.

Namun, perjuangan tersebut belum selesai.
Hingga saat ini, pembangunan dan penyempurnaan Masjid Kebon Syarif masih terus dilakukan dan belum mencapai 100 persen.
Di sinilah terbuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam sebuah amal kebaikan.
Bagi kaum muslimin dan muslimat yang ingin turut berkontribusi, Masjid Kebon Syarif membuka kesempatan untuk bersedekah sebagai bagian dari sodaqoh jariyah.
Tidak harus menunggu menjadi orang kaya untuk berbagi. Sebab, setiap bantuan yang diberikan dengan keikhlasan dapat menjadi bagian dari perjuangan menghadirkan tempat ibadah yang manfaatnya dirasakan banyak orang.

Satu sak semen, satu bata, selembar material, maupun bantuan dalam bentuk lainnya, apabila diberikan dengan niat ibadah dan keikhlasan, insya Allah menjadi bagian dari amal kebaikan.
Mari bersama-sama menyelesaikan pembangunan Masjid Kebon Syarif. Jadikan sebagian rezeki yang kita miliki sebagai bekal kebaikan yang manfaatnya terus mengalir.
Karena ketika tangan kita sudah tidak mampu lagi memberi, ketika usia telah berhenti, dan ketika kehidupan dunia telah berakhir, amal jariyah dapat menjadi salah satu bentuk kebaikan yang terus diharapkan pahalanya mengalir.
Mari bersedekah. Mari bergotong royong. Mari ikut menyelesaikan rumah Allah.
Semoga setiap rupiah yang disisihkan, setiap material yang disumbangkan, dan setiap tenaga yang diberikan menjadi amal yang diterima Allah SWT serta menjadi bekal kebaikan di akhirat.

Masjid Kebon Syarif bukan hanya dibangun dengan batu dan material, tetapi juga dengan doa, kepedulian, keikhlasan dan tangan-tangan para dermawan.
Judul alternatif yang lebih tajam
Masjid Kebon Syarif Cibogo, Bangunan Unik Penuh Benda Antik dan Tradisi Azan 7.
Menguak Keunikan Masjid Kebon Syarif Cibogo: Dari Ornamen Antik hingga Tradisi Azan 7.
Bukan Sekadar Tempat Ibadah, Masjid Kebon Syarif Cibogo Simpan Jejak Sejarah dan Filosofi Kehidupan
Masjid Kebon Syarif Cibogo Belum Rampung, Peluang Beramal Jariyah Masih Terbuka.
Ada Tradisi Azan 7 di Masjid Kebon Syarif Cibogo, Pembangunan Masih Butuh Uluran Tangan
Jejak Sejarah di Argasunya: Masjid Kebon Syarif Hadir dengan Ornamen Antik dan Filosofi Kemakmuran.
Ichwan ML


