Gragenews.com – INDRAMAYU — Bengkel urat dan pijat refleksi Al-Bayan yang berlokasi di Desa Kopyah, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, menjadi salah satu tempat yang didatangi masyarakat untuk mendapatkan layanan pijat dan terapi tradisional.
Tempat tersebut dikelola oleh H. Muhammad Jaka, yang bertindak sebagai pemilik sekaligus terapis. Dalam menjalankan aktivitasnya, ia melayani klien dari berbagai daerah, mulai dari Kabupaten Indramayu, Cirebon, Subang, hingga Karawang. Kehadiran klien dari luar daerah menunjukkan adanya minat masyarakat terhadap layanan terapi tradisional yang ditawarkan.
Selain menjalankan praktik terapi, H. Muhammad Jaka juga aktif di Perkumpulan Para Pemijat Penyehatan Indonesia (P-AP3I). Ia diketahui menjabat sebagai Ketua DPC Indramayu. Keterlibatan dalam organisasi profesi tersebut menjadi bagian dari aktivitasnya di bidang pelayanan pijat penyehatan.

Salah seorang klien, Wartandi, yang berasal dari wilayah Cilamaya, Kabupaten Subang, mengaku datang ke Al-Bayan karena mengalami keluhan yang ia sebut sebagai saraf kejepit. Menurut penuturannya, setelah menjalani dua kali terapi bersama H. Muhammad Jaka, kondisinya terasa membaik.
“Alhamdulillah, saya sudah jauh-jauh datang karena mengalami keluhan saraf kejepit. Setelah diterapi dua kali oleh Pak H. Jaka, saya merasa sudah sembuh,” ujar Wartandi.
Menurut keterangan pengelola, layanan Al-Bayan tidak hanya berupa pijat urat dan refleksi, tetapi juga mencakup bekam serta penanganan berbagai keluhan yang oleh masyarakat dikenal sebagai turun berok, gangguan kebugaran, dan keluhan lainnya. Namun, keluhan seperti saraf kejepit, stroke, asma, maupun kondisi medis lainnya tetap memerlukan pemeriksaan dan penanganan tenaga kesehatan yang kompeten. Terapi tradisional tidak boleh dianggap sebagai pengganti diagnosis maupun pengobatan medis.
Dalam menjalankan pelayanan, H. Muhammad Jaka turut dibantu oleh istri dan anaknya. Kerja sama keluarga tersebut membantu pembagian tugas ketika jumlah klien meningkat, sehingga pelayanan dapat berlangsung lebih terorganisasi. Pola kerja sama ini juga menunjukkan pentingnya koordinasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

H. Muhammad Jaka mengungkapkan rasa syukurnya karena masih dipercaya masyarakat untuk memberikan layanan terapi tradisional.
“Alhamdulillah, saya masih dipercaya untuk membantu masyarakat yang berusaha mencari jalan kesembuhan. Tentunya, semua ini merupakan anugerah Allah SWT. Tanpa izin-Nya, saya bukan siapa-siapa,” tuturnya.
Keberadaan Al-Bayan menjadi bagian dari layanan terapi tradisional yang tersedia di wilayah Anjatan, Indramayu. Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan, masyarakat tetap perlu memilih terapis yang kompeten, memahami batas kewenangan terapi tradisional, serta berkonsultasi dengan tenaga medis untuk keluhan yang membutuhkan pemeriksaan atau pengobatan klinis.
Redaksi

