Malam Jumat Kliwon, Petilasan dan Makam Keramat di Cirebon Ramai Peziarah dari Berbagai Daerah

Religi20 Dilihat

Gragenews.com – CIREBON – Malam Jumat Kliwon masih menjadi momen yang dipercaya memiliki makna spiritual bagi sebagian masyarakat. Sejumlah petilasan dan makam yang diyakini sebagai tempat peristirahatan para leluhur di wilayah Cirebon dan sekitarnya kerap didatangi peziarah dari berbagai daerah.

Keramaian peziarah tidak hanya terlihat di kawasan makam Sunan Gunung Jati, tetapi juga di makam Mbah Kuwu Sangkan, Syekh Bayyanillah di Sampiran, serta petilasan yang dikaitkan dengan Sunan Kalijaga. Mereka datang dengan beragam tujuan, mulai dari mendoakan leluhur, berziarah, hingga menjalankan tradisi spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.

Pada tengah malam, sebagian peziarah berkumpul untuk membaca tahlil dan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Mereka berharap memperoleh ketenangan batin, keberkahan hidup, serta kemudahan dalam menghadapi berbagai persoalan. Bagi sebagian masyarakat, tradisi tersebut merupakan bagian dari penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan para tokoh penyebar Islam di tanah Cirebon.

Salah satu peziarah, Muhammad, warga Kabupaten Subang yang datang bersama keluarganya untuk berziarah di situs pangeran Cakra Buana Cirebon Girang Ia mengikuti proses pembacaan Yasin, tahlil dan berdoa kepada Allah SWT sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.

Tradisi ziarah malam Jumat Kliwon hingga kini tetap menjadi fenomena budaya dan religi yang menarik perhatian. Kedatangan peziarah dari berbagai daerah turut memperlihatkan kuatnya hubungan masyarakat dengan tradisi leluhur, sejarah penyebaran Islam, serta kehidupan religius di wilayah Cirebon.

Meski demikian, ziarah hendaknya tetap dilandasi niat beribadah kepada Allah SWT, menjaga ketertiban, menghormati kesakralan tempat yang dikunjungi, dan tidak mengabaikan nilai-nilai akidah. Dengan demikian, tradisi ziarah dapat terus berlangsung sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus sarana refleksi spiritual bagi masyarakat.

Redaksi