HARI KEDUA PAMERAN GUGAH GAMAN CIREBON, SAKETI EDUKASI PELAJAR TENTANG ILMU TOSAN AJI DAN FILOSOFI KERIS NUSANTARA

Budaya3 Dilihat

GRAGENEWS.COM, CIREBON — Upaya membangkitkan kembali tradisi seni kriya perkerisan Cirebon tidak hanya dilakukan melalui pameran koleksi benda pusaka. Pada hari kedua Pameran Keris Gugah Gaman Cirebon 2026, Sabtu (31/10/2026), Paguyuban SAKETI (Seni Kreatif Tosan Aji) menghadirkan kegiatan edukasi langsung mengenai pengetahuan Tosan Aji Nusantara kepada para pengunjung, termasuk kalangan pelajar sekolah dasar.

Bertempat di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan R.A. Kartini No. 7, Kejaksan, Kota Cirebon, kegiatan edukasi tersebut dipandu oleh pihak penyelenggara SAKETI, Agus Rosi dan Deniz Pangkarego. Keduanya memberikan pemahaman mengenai dunia perkerisan, mulai dari pengetahuan dasar Tosan Aji, sejarah dan karakteristik keris, hingga proses serta teknik pengerjaannya.

Menariknya, edukasi tidak hanya disampaikan melalui penjelasan secara lisan. Agus Rosi dan Deniz Pangkarego juga memperagakan secara langsung pengetahuan mengenai keris agar pengunjung dapat memahami lebih dekat proses, bentuk, serta keterampilan yang menjadi bagian dari warisan budaya tersebut.

Sejumlah pelajar dari SD Negeri 1 Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, turut mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan kesempatan untuk melihat, mendengarkan, dan mengenal lebih jauh keris sebagai salah satu hasil karya seni kriya tradisional Nusantara.

Pendekatan edukasi secara langsung ini menjadi bagian penting dari upaya memperkenalkan Tosan Aji kepada generasi muda. Sebab, pemahaman terhadap keris tidak cukup hanya dengan melihat bentuk fisiknya, tetapi juga perlu mengenal proses penciptaan, nilai seni, pengetahuan material, serta keterampilan para empu dan perajin yang terlibat di dalamnya.

Melalui kegiatan tersebut, SAKETI ingin membuka ruang pembelajaran budaya agar generasi muda tidak memandang keris semata-mata sebagai benda pusaka, melainkan sebagai karya seni dan hasil penguasaan teknologi tradisional yang memiliki perjalanan sejarah panjang.

Pameran Gugah Gaman Cirebon 2026 sendiri mengusung tema besar “Gugah Gaman Cirebon”, dengan subtema “Fajar Kebangkitan Ekosistem dan Tradisi Seni Kriya Perkerisan Pesisiran Cirebon”. Kegiatan ini digagas SAKETI bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, dengan dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian Tosan Aji.

Sebelumnya, pembukaan pameran pada Jumat (30/10/2026) dilakukan langsung oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., melalui prosesi penempaan awal bahan besi keris yang membara. Prosesi tersebut menjadi simbol kebangkitan dan keberlanjutan tradisi perkerisan di wilayah Cirebon.

Memasuki hari kedua, kegiatan edukasi yang melibatkan pelajar menjadi bukti bahwa pelestarian budaya membutuhkan lebih dari sekadar penyelenggaraan pameran. Diperlukan pula transfer pengetahuan, praktik langsung, dan keterlibatan generasi penerus agar tradisi tidak terputus oleh perubahan zaman.

SAKETI berharap Pameran Keris Gugah Gaman Cirebon dapat menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan ekosistem seni kriya perkerisan pesisiran Cirebon. Dengan demikian, warisan pengetahuan Tosan Aji Nusantara dapat terus dipelajari, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

ROCHAN