GRAGENEWS.COM, CIREBON — Paguyuban SAKETI (Seni Kreatif Tosan Aji) menggelar Pameran Keris bertajuk “Gugah Gaman Cirebon 2026” sebagai upaya membangkitkan kembali eksistensi seni kriya dan tradisi perkerisan di wilayah pesisiran Cirebon. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan R.A. Kartini No. 7, Kejaksan, Kota Cirebon, Jumat (30/10/2026), secara resmi dibuka oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag.
Pembukaan pameran ditandai dengan prosesi penempaan bahan besi keris oleh Bupati Imron. Dentuman palu yang menghantam besi membara menjadi simbol dimulainya sebuah agenda kebudayaan yang tidak hanya menghadirkan kekayaan benda pusaka, tetapi juga mengangkat kembali keterampilan dan pengetahuan tradisional dalam dunia perkerisan.

Pameran yang diinisiasi SAKETI bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon ini turut mendapat dukungan Kohin (AR Collection), tokoh sekaligus pemerhati dan pelaku perkerisan Tosan Aji tingkat nasional.
Mengangkat tema “Gugah Gaman Cirebon” dengan subtema “Fajar Kebangkitan Ekosistem dan Tradisi Seni Kriya Perkerisan Pesisiran Cirebon”, SAKETI berupaya menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang apresiasi, edukasi, sekaligus penguatan keberlangsungan tradisi keris yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Cirebon.
Berbagai aspek seni kriya perkerisan diperkenalkan melalui kegiatan ini. Mulai dari penempaan bilah, pembuatan warangka, deder atau gagang, selut, mendak, hingga penjamasan dan perawatan pusaka. Seluruh proses tersebut merupakan bagian dari ekosistem Tosan Aji yang membutuhkan keahlian khusus serta regenerasi para pelakunya.
Salah satu agenda unggulan adalah demonstrasi penempaan dan pembuatan keris oleh empu muda Cirebon, Lingga Nugraha. Peragaan ini memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melihat langsung proses pengolahan logam hingga menjadi bilah keris melalui tahapan pengerjaan yang membutuhkan ketelitian, keterampilan, dan pengalaman.
Selain demonstrasi, pameran juga menghadirkan talkshow bertajuk Keris Cirebon bersama Jimmy S. Hariyanto, tokoh perkerisan nasional. Pembahasan mencakup sejarah, filosofi, karakteristik, nilai artistik, serta perkembangan tradisi keris di wilayah Cirebon.


Untuk memperluas ruang apresiasi budaya, SAKETI turut menghadirkan pameran lukisan, pertunjukan tari tradisional dari Sanggar Ni Mas Mayang Sari, serta penampilan seni bela diri Silat Padjadjaran. Beragam pertunjukan tersebut menjadi pelengkap yang memperlihatkan kekayaan ekspresi seni dan budaya masyarakat Cirebon.
Melalui penyelenggaraan ini, SAKETI ingin mempertegas bahwa pelestarian keris tidak cukup hanya dilakukan dengan menjaga dan memamerkan benda pusaka. Keberadaan empu, perajin, besalen sebagai tempat aktivitas produksi, dokumentasi teknik pembuatan, hingga ruang pembelajaran bagi generasi muda merupakan bagian penting yang harus terus diperhatikan.
Keterlibatan Pemerintah Kabupaten Cirebon diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara komunitas budaya, perajin, kolektor, pemerhati Tosan Aji, dan pemangku kebijakan. Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Drs. H. Hendra Nirmala, S.Sos., M.Si., juga tercatat sebagai salah satu unsur pemerintahan yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan ini.

Ke depan, penyelenggaraan Gugah Gaman Cirebon diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pameran semata, tetapi dapat berkembang menjadi ruang edukasi, lokakarya, dokumentasi sejarah, serta penguatan jaringan antarpelaku seni perkerisan.
Melalui Gugah Gaman Cirebon 2026, SAKETI membawa pesan bahwa warisan Tosan Aji harus terus dihidupkan melalui karya, pengetahuan, dan keterlibatan generasi penerus.
Penempaan besi membara yang mengawali pembukaan oleh Bupati Imron menjadi simbol bahwa tradisi perkerisan Cirebon bukan sekadar sejarah yang dikenang, melainkan warisan budaya yang harus terus ditempa, dijaga, dan diwariskan.
MOH. ANDRI







