TERAPI MELEMBUTKAN HATI DI SD NEGERI KEBON KARET SUMBER MULYA, 100 SISWA DIAJAK TUMBUHKAN KESADARAN DAN AKHLAK MULIA

Edukasi16 Dilihat

Gragenews.com – INDRAMAYU – Upaya membentuk karakter, menanamkan kesadaran diri, serta membangun akhlak mulia sejak usia dini terus dilakukan melalui kegiatan edukasi spiritual. Kali ini, kegiatan Terapi Melembutkan Hati digelar di SDN Kebon Karet, Desa Sumber Mulya, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, dengan diikuti sekitar 100 siswa kelas IV hingga kelas VI, Jumat 30 Oktober 2026.

Kepala sekolah SDN Kebon Karet Sumani. S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa nasihat tidak akan menghasilkan perubahan perilaku apabila hanya didengar tanpa direnungkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Nasihat tidak akan terwujud menjadi tindakan perubahan ketika masuk dari telinga kiri dan keluar dari telinga kanan. Namun, ketika nasihat masuk melalui telinga, dicerna oleh pikiran, kemudian meresap ke dalam hati hingga melahirkan tindakan positif, itulah yang dinamakan tumbuhnya kesadaran,” ungkap Sumani.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Assalam tersebut kali ini menghadirkan dua pemateri, yakni Ustad Ichwan dan Ustad Nurhidayat. Keduanya memberikan pendampingan melalui pendekatan spiritual dan introspeksi diri yang disesuaikan dengan peserta didik tingkat sekolah dasar.

Dalam pelaksanaannya, terdapat dua sesi utama. Sesi pertama adalah terapi meraba kesalahan dan kealpaan, yakni mengajak siswa mengenali kekurangan, menyadari kesalahan, serta membangun keberanian untuk memperbaiki diri. Selanjutnya, sesi kedua dilanjutkan dengan terapi qolbu melalui lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menumbuhkan ketenangan hati.

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana berjalan aman, nyaman, dan penuh antusiasme. Para siswa mengikuti setiap tahapan dengan baik. Setelah kegiatan berakhir, suasana haru dan keakraban terlihat ketika para peserta saling bersalaman dan bermaaf-maafan, baik dengan sesama siswa, Tim Assalam, maupun para guru yang hadir.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman sesaat, tetapi menjadi awal tumbuhnya kesadaran untuk menghormati guru, menyayangi orang tua, menghargai sesama teman, serta membiasakan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, pendidikan sejatinya bukan hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga membentuk hati, karakter, dan akhlak generasi penerus bangsa.

 

Ichwan Ml